Thursday, October 26, 2006

Untukmu Bunga

Sekuntum bunga, sebuah puisi
bersembunyi, berdiam
menungguku di taman
Sudah kusimpan rapi di sini
kenangan manis dan segenggam mimpi
Untukmu, untuknya, untuk kita

Hanya di taman ini bisa kuresapi
indah, wangi bunga ini
Suci, sepi, dan sendiri
hanya kami berdua
ditemani seluruh dunia

Betapa kuat bunga ini
Betapa rapuh bunga ini
Jangan kau genggam dengan jemari!
Demi Tuhan jangan kau petik!
Hargai sepenuh hati
Mahakarya Sang Ilahi

Sepenuh hati ingin kujaga
dari tangan-tangan sang durjana
dari mata-mata sang pendosa
dari lidah-lidah sang penggoda
Sepenuh hati akan kujaga
Bersama seluruh dunia

2 comments:

Orchida D'Orca said...

Hargai sepenuh hati
Mahakarya Sang Ilahi

love that lines,,,

Helix said...

oh ya? much obliged kiddo!