Seorang sahabat pernah berkata
Makanlah nasiku
Hiruplah udaraku
Minumlah airku
Gunakan hidupku
Seorang sahabat pernah bersua
Memakan nasiku
Menghirup udaraku
Meminum airku
Sempurnakan jiwaku
Seorang sahabat pernah bertanya
Pernahkah kau mencinta?
Sebentuk hati yang kusimpan manis
Tanpa kau sadari hatimu hilang
Di tempat itu, kosong yang tersisa
Seorang sahabat lalu bahagia
Bersama hatiku di tangannya
Bersama senyumku di angannya
Berdua dengan hati yang manis
Ditemani alunan irama dunia
Sahabat, tulus aku berkata
Pedihku sekarang kusimpan manis
Ingin kurelakan semua untuk kalian berdua
Tapi sebagian hatiku masih dimilikinya
Maafkan ketulusanku, maafkan ketidakmampuanku
Maafkan aku sahabat
Mata lembab, hati patah, otak terbagi dua, jangan paksa aku di sini... .
Jika memang boleh memilih, biarkan aku yang jatuh dan patah,
tetapi tetaplah kalian bersama, wahai sahabat-sahabat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment