Lihatkah kamu, separuh hatiku?
kucari sudah ke kiri dan kanan
kupanggil sudah ke atas dan bawah
kumohon sudah ke Gusti di surga
Lihatkah kamu, separuh hatiku?
sebatas harap, tanpa makna
tinggalkan aku bermuram durja
baringkan asa yang tak pernah ada
Lihatkah kamu, separuh hatiku?
lelah kucari kesana kemari
sekarang biarkan aku di sini
setengah hati digenggam jemari
hingga setengah lagi datang melengkapi
Thursday, October 26, 2006
Untukmu Bunga
Sekuntum bunga, sebuah puisi
bersembunyi, berdiam
menungguku di taman
Sudah kusimpan rapi di sini
kenangan manis dan segenggam mimpi
Untukmu, untuknya, untuk kita
Hanya di taman ini bisa kuresapi
indah, wangi bunga ini
Suci, sepi, dan sendiri
hanya kami berdua
ditemani seluruh dunia
Betapa kuat bunga ini
Betapa rapuh bunga ini
Jangan kau genggam dengan jemari!
Demi Tuhan jangan kau petik!
Hargai sepenuh hati
Mahakarya Sang Ilahi
Sepenuh hati ingin kujaga
dari tangan-tangan sang durjana
dari mata-mata sang pendosa
dari lidah-lidah sang penggoda
Sepenuh hati akan kujaga
Bersama seluruh dunia
bersembunyi, berdiam
menungguku di taman
Sudah kusimpan rapi di sini
kenangan manis dan segenggam mimpi
Untukmu, untuknya, untuk kita
Hanya di taman ini bisa kuresapi
indah, wangi bunga ini
Suci, sepi, dan sendiri
hanya kami berdua
ditemani seluruh dunia
Betapa kuat bunga ini
Betapa rapuh bunga ini
Jangan kau genggam dengan jemari!
Demi Tuhan jangan kau petik!
Hargai sepenuh hati
Mahakarya Sang Ilahi
Sepenuh hati ingin kujaga
dari tangan-tangan sang durjana
dari mata-mata sang pendosa
dari lidah-lidah sang penggoda
Sepenuh hati akan kujaga
Bersama seluruh dunia
Saturday, October 21, 2006
Selamat
Aku hidup dalam mimpiku
bernapas dalam harum yang kusimpan
kupendam
kupahat
tanpa orang tahu
tanpa engkau tahu
tanpa dia tahu
hanya untukku
dan Illahiku
Dua kali bulan kan tenggelam
cita dan harap merunduk
tersirat angan melihat senyummu
sedetik sesaat dari tebal kelambu
Dua kali bulan kan tenggelam
tangis berlalu bersama setiap bulir
dan kau pun berubah
dan kubayangkan bahagiamu bertambah
karena hanya itu yang kubisa
hanya bayangan semata
Dua kali bulan kan tenggelam
aku kan tetap di mimpiku
kau kan tetap di mimpinya
dia kan tetap di mimpimu
tiga jiwa di bumi yang sama
di bawah langit tempatku berduka
Selamat
kecil dan tak terdengar
karena hanya itu yang kubisa
dari jurang asa yang terdalam
dari segala batas makna yang kupendam
Selamat
bernapas dalam harum yang kusimpan
kupendam
kupahat
tanpa orang tahu
tanpa engkau tahu
tanpa dia tahu
hanya untukku
dan Illahiku
Dua kali bulan kan tenggelam
cita dan harap merunduk
tersirat angan melihat senyummu
sedetik sesaat dari tebal kelambu
Dua kali bulan kan tenggelam
tangis berlalu bersama setiap bulir
dan kau pun berubah
dan kubayangkan bahagiamu bertambah
karena hanya itu yang kubisa
hanya bayangan semata
Dua kali bulan kan tenggelam
aku kan tetap di mimpiku
kau kan tetap di mimpinya
dia kan tetap di mimpimu
tiga jiwa di bumi yang sama
di bawah langit tempatku berduka
Selamat
kecil dan tak terdengar
karena hanya itu yang kubisa
dari jurang asa yang terdalam
dari segala batas makna yang kupendam
Selamat
Peluklah Dia Dengan Cintamu, Sahabat
Seorang sahabat pernah berkata
Makanlah nasiku
Hiruplah udaraku
Minumlah airku
Gunakan hidupku
Seorang sahabat pernah bersua
Memakan nasiku
Menghirup udaraku
Meminum airku
Sempurnakan jiwaku
Seorang sahabat pernah bertanya
Pernahkah kau mencinta?
Sebentuk hati yang kusimpan manis
Tanpa kau sadari hatimu hilang
Di tempat itu, kosong yang tersisa
Seorang sahabat lalu bahagia
Bersama hatiku di tangannya
Bersama senyumku di angannya
Berdua dengan hati yang manis
Ditemani alunan irama dunia
Sahabat, tulus aku berkata
Pedihku sekarang kusimpan manis
Ingin kurelakan semua untuk kalian berdua
Tapi sebagian hatiku masih dimilikinya
Maafkan ketulusanku, maafkan ketidakmampuanku
Maafkan aku sahabat
Mata lembab, hati patah, otak terbagi dua, jangan paksa aku di sini... .
Jika memang boleh memilih, biarkan aku yang jatuh dan patah,
tetapi tetaplah kalian bersama, wahai sahabat-sahabat.
Makanlah nasiku
Hiruplah udaraku
Minumlah airku
Gunakan hidupku
Seorang sahabat pernah bersua
Memakan nasiku
Menghirup udaraku
Meminum airku
Sempurnakan jiwaku
Seorang sahabat pernah bertanya
Pernahkah kau mencinta?
Sebentuk hati yang kusimpan manis
Tanpa kau sadari hatimu hilang
Di tempat itu, kosong yang tersisa
Seorang sahabat lalu bahagia
Bersama hatiku di tangannya
Bersama senyumku di angannya
Berdua dengan hati yang manis
Ditemani alunan irama dunia
Sahabat, tulus aku berkata
Pedihku sekarang kusimpan manis
Ingin kurelakan semua untuk kalian berdua
Tapi sebagian hatiku masih dimilikinya
Maafkan ketulusanku, maafkan ketidakmampuanku
Maafkan aku sahabat
Mata lembab, hati patah, otak terbagi dua, jangan paksa aku di sini... .
Jika memang boleh memilih, biarkan aku yang jatuh dan patah,
tetapi tetaplah kalian bersama, wahai sahabat-sahabat.
Cinta Itu Seperti Salju
Cinta itu seperti salju,
kedatangannya selalu ditunggu.
Saat turun untuk pertama kalinya,
indahnya tak terkira
Tapi makin lama dinginnya menggigit
dan kita menunggu datangnya musim semi.
Lalu kita berkata
Cinta itu seperti musim semi,
kedatangannya selalu ditunggu.
kedatangannya selalu ditunggu.
Saat turun untuk pertama kalinya,
indahnya tak terkira
Tapi makin lama dinginnya menggigit
dan kita menunggu datangnya musim semi.
Lalu kita berkata
Cinta itu seperti musim semi,
kedatangannya selalu ditunggu.
Catatan Harian Seorang Pengagum
Hentikan tangismu nona malaikat
Setiap butir mengikis degupku
Meremas nadiku
Patahkan nyawaku
Hentikan tawamu nona malaikat
Setiap senyum bangkitkan harapku
Meremas nadiku
Patahkan nyawaku
Hentikan hadirmu nona malaikat
Setiap malam sambut anganku
Meremas nadiku
Patahkan nyawaku
Hentikan semuanya nona malaikat
Tidak sepantasnya kau dekat denganku
Karena aku hanya pangagummu
Karena kau bukan milikku
(tapi, kita tunggu saja tanggal mainnya...)
Setiap butir mengikis degupku
Meremas nadiku
Patahkan nyawaku
Hentikan tawamu nona malaikat
Setiap senyum bangkitkan harapku
Meremas nadiku
Patahkan nyawaku
Hentikan hadirmu nona malaikat
Setiap malam sambut anganku
Meremas nadiku
Patahkan nyawaku
Hentikan semuanya nona malaikat
Tidak sepantasnya kau dekat denganku
Karena aku hanya pangagummu
Karena kau bukan milikku
(tapi, kita tunggu saja tanggal mainnya...)
Subscribe to:
Posts (Atom)
